>

DANA DESA JADI AJANG BANCAKAN BERSAMA


DANA DESA JADI AJANG BANCAKAN
Topbogor.com.leuwisadeng. 
Pendamping  Desa adalah sebuah jabatan dibawah Kementrian Desa, Pembangunan daerah teringgal dan Transmigrasi yang pembentukannya berdasarkan Undang Undang yang bertugas meningkatkan Pemberdayaan masyarakat desa tapi anehnya pendamping desa Leuwi sadeng seakan diam saja atas ketimpangan yang terjadi di Desa Leuwisadeng tentang pengaspalan hotmik di kampung Legok Inpres Rw 08 Desa Leuwisadeng Kec.Leuwisadeng karena ketebalannya tidak lebih dari 2 cm bahkan ada yang cuma 1cm saja Sepatutnya Dana Desa mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat jika dikelola oleh masyarakat demi terciptanya pemberdayaan bagi masyarakat desa tersebut, sebaliknya kegiatan Pengaspalan hotmix tersebut di alihkan ke Pihak Ke Tiga yang hasil pekerjaannya dinilai asal asalan,sehingga diduga Dana Desa ini telah di manfaatkan beberapa Oknum Desa dan Kecamatan berikut pendamping yang disinyalir pemilik salah satu Cv yang memborong pengaspalan Hotmix tersebut. 
Tidak berpungsinya pengawasan Kasi Pembangunan kecamatan Leuwi sadeng yang terkesan  tutup mata sehingga pembangunan hotmik kampung Legok Inpres Desa leuwi sadeng terkesan asal asalan, terang aldi leo Aktivis senior bogor barat konfirmasi minggu 22.12 2019. terkait pembangunan jalan tersebut topbogor.com konfirmasi pada Pjs kades leuwi sadeng selaku kuasa pengguna anggaran ingin bertanya apakah dengan ketebalan 1 sampai 2cm atas anjuran desa atau pihak pemborong yang sengaja melakukannya agar dapat mendapat  keuntungan yang banyak, Pjs yang selalu tidak berada ditempat pada saat konfirmasi hanya bertemu sekdes dan berkata ” Besok akan saya sampaikan ujar sekdes singkat.
Kritik pedas juga telah dilontarkan  oleh warga legok inpres yang menyesali pembangunan jalan hotmik dikampungnya sarat korupsi menurut Rt Dedi, apalagi haji encep salah satu tokoh masyarakat Desa Leuwisadeng menuturkan dengan nada geram” naikin aja pak kemedia dan tolong sampaikan kepada LSM untuk melanjutkan permasalahan ini ke pihak pemerintah agar di tindak masalah ini karena sudah merugikan rakyat, kami tau semua itu permainan Pjs dan Dadang yang mengaturnya  tandas mereka dengan nada emosi” dan mengharapkan pihak terkait segera turun kelokasi untuk menindak lanjutinya.