Bantuan Bansos Didesa Sadengkolot Layak Di usut.
Penyaluran bantuan Bansos didesa Sadengkolot diduga terjadi penyimpangan. Penerina Bantuan Banpres terjadi tumpang tindih dengan bantuan tunai langsung (blt) dari Dana Desa (DD). Urip dan yayah suami istri salah satu penerima Banpres dan Blt dana desa. Suami istri ini menyampaikan’ bantuan Banpres atas nama suaminya(urip) sedangkan bantuan Tunai langsung(blt) atas nama istiriya (yayah). Bantuan Blt yang menerima uangnya istri saya di kantor desa ujarnya. Bantuan Banpres saya tidak tau siapa yang ngambil di kantor pos tutur yayah. Ktp suami saya dipimjam’tidak bilang mau mengambil uang bantuan kekantor pos’tambah urip. Saya dipanggil ke rumah pak Rw Oding, disitu ada pak Rt 04. Saya dikasih uang Rp 600.00. Uangnya tidak disampaikan dari mana, maupun nilai bantuan berapa” pungkasnya. Nupi ketua Rt 004 Rw001 membenarkan Urip salah satu penerima bantua Banpres dan istrinya Yayah penerima Blt dari dana Desa. Bantuan banpres atas Nama Urip dialihkan ke anak Rw 001 pak Oding ujarnya.

Yang mengambil kekantor pos anak Rw Nopi ujarnya. Urip dikasi Rp 600.000, sisanya diambil nupi sebagai pengalihan ujarnya. Rw Oding membenarkan anaknya atas Novi yang mencairkan dikantor pos. Nopi yang belum lama menikah dan belum memiliki kartu keluarga (kk) mengaku dirinyalah yang mencairkan dikantor dan membawa ktp Urip. Anak saya belum puya kartu keluarga, tinggalnya juga masih satu rumah dengan saya ujar rw O1. Kartu keluarga sedang dibikin tapi belum keluar ‘ tambahhnya. Nyai yang tinggal di RT 02 Rw 08 , bantuan bansos yang dia ambil dikantor pos diminta oknum staf desa. Saya hanya dikasih100 ribu sisanya dipulangkan kedesa ujarnya. Warga kampung Kiaran pabuaran mengaku ada pemotongan nilai bantuan dari rp185,000 -200.000. Penyaluran bantuan pangan non tunai (blt) diduga kuat terjadi penyimpangan dan pembohongan. Penyaluran Blt dua bulan sekali. Warga mengaku menerima, 2 karung beras ,1kg daging ayam, 1biji buah semangka, 1kg telor, 1/2kg kacang ijo.
Kedua kami menerima beras 2 karung, 1kg daging ayam, 2kg telor, 1/2kg kacang ijo, 3bungkus tahu, 20 butir telor ‘tutur warga. Bikin kartu atm juga kami diminta uang ujar warga. Adanya temuan dan pengakuan dari warga ini kami meminta aparat hukum dalam hal ini kepolisian maupun kejaksaan agar mengusut fakta yang telah terjadi ini agar tau dan jelas kebenarannya. Jangan sampai bantuan-bantuan untuk masyarakat miskin ini dijadikan asas manfaat oleh oknum oknum.
LSM Laskar Hijau Indonesia
Eddy Yusuf


