>

INSTITUT UMUL QURO INDONESIA (IUQI) KEMBANGKAN BUDIDAYA PETERNAKAN BERSAMA LSM LHI.

 IMPLEMENTASI PROGRAM” LIFE SKILL”

SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN BAGI SISWA MAUPUN MAHASISWA.

IMPLEMENTASI PROGRAM” LIFE SKILL” SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN BAGI SISWA MAUPUN MAHASISWA.

Bogor|IUQI| LhiNews.online.Jabar|04 Okt 2021

Dalam perspektif sejarah persekolahan, kebermaknaan suatu se-kolah/madrasah selalu dilihat dalam alasan Kehadirannya”sebagai institusi masyarakat,yaitu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,baik individual maupun ke-lompok. Salah satu kebutuhan tersebut adalah kepemilikan kemampuan yang diperlukan dalam kehidupan masyarakat itu individual maupun ke-lompok. Salah satu kebutuhan tersebut adalah kepemilikan kemampuan yang diperlukan dalam kehidupan masyarakat itu Dewasa ini, posisi pendidikan di sekolah/madrasah diberi peranan yang sangat dinamis. Pendidikan semakin diarahkan kepada tujuan tujuan Nasional,sebagai salah satu diantaranya”Industri” vital Negara, pendidikan mengabdikan diri untuk menghasilkan manusia- manusia yang diperlukan dalam memajukan kemakmuran bangsa, bahkan memajukan kedudukan bangsa dan negara di dunia yang bersaing. Pernyataan pernyataan seperti “Pendidikan sebagai Investasi”atau “Pendidikan adalah kunci Perubahan”pada dewasa ini  sedang memperoleh pengakuan sebagai kebenaran di kalangan para pemimpin negara, para perancang kebijakan,dan para ahli yang menaruh minat dalam proses pembangunan.
Salah satu pendekatan untuk memposisikan peran pendidikan di se-kolah/madrasah adalah melihat peran sekolah/madrasah untuk menolong individu, keluarga, masyarakat, dan negara dalam menjawab permasalahan yang perlu di-pecahkan. Salah satu masalah yang dihadapi pada saat ini adalah adanya kenyataan sebagian besar (53,12%) lulusan sekolah/madrasah (khususnya SMU/MA) yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dan sebagaian besar lulusan SLTP/MTs tidak melanjutkan ke SLTA Kenyataan ini mengundang pemikiran yang serius, karena lulusan SLTP/MTs dan SMU/MA pada dasarnya tidak dibekali kecakapan khusus (life skills) untuk memasuki dunia kerja.

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya implementasi program pendidikan kecakapan hidup dalam mengatasi masalah kemiskinan, terutama banyaknya program serupa yang hanya menekankanpada aspek penguatan hard skills.Maka Terobosan terobosan yang di lakukan oleh IUQI sangatlah smart,sebab penambahan Life skill dalam kurikulum mata pelajaran bagi mahasiswa sangatlah berguna,apalagi dalam bidang kewirausahaan,jelas ini sangat membantu dalam mengentaskan kemiskinan di mana nantinya para lulusan dapat mensosialisasikan ilmunya kepada Masyarakat khususnya pedesaan, yang juga dapat bermanfaat bagi pihak berkepentingan baik pengambil kebijakan, praktisi, dan akademisi dalam mengembangkanmasyarakat.

 

LSM Laskar Hijau Indonesia sangat mendukung terobosan yang dilakukan oleh IUQI terkait adanya Life skill sebagai program kegiatan kecakapan hidup untuk bekal Mahasiswa setelah selesai nanti.
Dengan demikian bertambahlah Ilmu yang didapat untuk diterapkan kepada masyarakat Pedesaan, ketika Mahasiswa melakukan Kuliah Kerja Nyatanya nanti.Sehingga masyarakat pedesaan yang tidak beruntung dalam mengenyam pendidikannyapun dapat merasakan manfaatnya.
LSM Laskar Hijau Indonesia sebagai Fasilitator bantuan Pemerintah sekaligus sebagai Pendamping Mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan kegiatan Life skill khususnya Budidaya Peternakan Ayam dan ikan serta Maggot sangat senang membantu IUQI.
“Saya sangat senang dan berterimakasih juga kepada Pak Rektor IUQI Dr. Saiful Falah, M.Pd.I.yang telah memberikan kepercayaan pembinaan terhadap kelompok PESMA FARM IUQI kepada LSM Laskar Hijau Indonesia”,Insya Allah kami akan membantu pengembangan beberapa Budidaya,seperti Ayam,Ikan dan Budidaya Maggot”ungkap ketua LSM Laskar Hijau Indonesia Eddy Yusuf (Eddy Chang) kepada LhiNews.